Sabtu, 30 September 2017

Demi uang ia meninggalkan ibu yang sekarat selama 5 tahun

Demi uang ia meninggalkan ibu yang sekarat selama 5 tahun

 
AGEN POKER TERPERCAYA - Cuihua adalah orang miskin. Tidak lama setelah melahirkan anak laki-laki bernama Xiaotao, sang suami mengalami kecelakaan dan meninggal. Hanya tinggalah Cuihua dan anaknya. Setiap hari dilalui dengan sangat sulit. Karena Cuihua tidak menjalani perawatan pasca melahirkan, tubuhnya menjadi sangat lemah. Setiap melakukan pekerjaan berat, pasti badannya akan sakit sehingga harus minum obat.

Hari demi hari dilalui, tidak sudah berapa banyak sakit yang Cuihua rasakan hanya untuk merawat Xiaotao hingga besar. Ketika Xiaotao sudah berumur 20 tahun, tubuh Cuihua sudah tidak bisa menahan rasa lelahnya, akhirnya ia terjatuh. Xiaotao langsung membawa ibunya ke rumah sakit. Dibutuhkan banyak waktu untuk menyelamatkan nyawa Cuihua, akhirnya ia pun terselamatkan. Namun, ia sudah tidak dapat berbicara lagi. Tabungan rumah pun sudah habis, tapi juga masih banyak hutang!

Dokter berkata bahwa Cuihua harus bergantung dengan obat-obatan untuk merawat tubuhnya. Xiaotao sedikit cemas karena tabungan rumah sudah habis. Tiba-tiba ia mendapat ide dan berkata pada ibunya: "bu, tabungan rumah sudah habis, tapi sakitmu harus disembuhkan. Aku dengar di luar bisa menghasilkan uang, aku ingin mencobanya. Aku pasti akan bekerja dengan ekstra, begitu dapat uang aku akan segera kirim ke rumah, dan kalau ada kesempatan aku pasti pulang menjengukmu. Sekarang harus meninggalkan ibu sendirian di rumah, ibu jaga diri baik-baik ya!" Cuihua menganggukan kepala pada putranya tanda setuju.

Keesokkan harinya Xiaotao membawa tas dan berjalan menuju Selatan untuk mencari kerja. Setelah berjalan, akhirnya ia sampai ditempat penggalian tambang batubara. Xiaotao pernah mendengar bekerja disana bisa mendapat banyak uang dan tidak ada batas waktu kerja, semakin kerja, semakin banyak uang. Xiaotao akhirnya tiap hari lebih dari 10 jam berada di pertambangan untuk menggali tanpa mengenal hari. Walaupun berat, tapi demi ibu, semua ini pasti terbayarkan! Saat hari pembagian upah, Xiaotao hanya mengambil sedikit untuk kehidupan sehari-harinya, sisanya ia kirim untuk ibunya.

Hari itu, sang ibu menerima uang dari anaknya dan juga mendapat telepon dari anaknya. Dari telepon, Xiaotao mengobrol dengan ibunya dan tidak lupa mengingatkan ibunya untuk jaga diri baik-baik selama ia bekerja dan kalau ada waktu ia pasti pulang. Walaupun sang ibu tidak dapat berbicara, tapi Xiaotao bisa mendengar suara ibunya, setelah cukup lama berada ditelepon, baru dimatikan.

Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa Xiaotao sudah lima tahun meninggalkan rumah dan belum juga pulang. Tapi, ibunya selalu mendapat kiriman uang dan telepon dari Xiaotao. Setiap di telpon, Xiaotao selalu berkata tidak ada waktu dan ingin mencari uang lebih supaya ibunya bisa hidup dengan nyaman. Ibunya selalu dihibur lewat telepon selama 5 tahun. Penyakitnya semakin memburuk, saat hidupnya sudah di ujung tanduk, bernafas juga sulit karena dia belum melihat anaknya.

Tiba-tiba ada seorang pria yang datang ke rumah Cuihua, melihat Cuihua sedang terbaring lemas, sambil menangis ia berkata: "bibi, maafkan aku karena selama ini telah menipumu, sebenarnya anakmu sudah meninggal 5 tahun lalu, demi memberimu uang yang banyak, ia tiap hari bekerja keras. Malam itu semua orang telah beristirahat, sisa dia yang masih menggali, tiba-tiba galiannya rubuh, dia terjebak didalamnya, saat ditolong keluar, mulutnya terus memanggil mu. Di akhir hidupnya ia masih merekam suaranya dan memintaku untuk mengirimkan suara nya dan uang tiap bulan. Uang yang ia berikan padamu adalah hasil kerjanya dengan mempertaruhkan nyawa!" 

Dan kemudian ia mengeluarkan telepon genggamnya yang berisi rekaman suara Xiaotao: "aku juga masih ada rekaman terakhir Xiaotao untukmu". Suaranya : "ibu, saat ibu mendengar rekaman ini, mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini, aku tidak bisa merawat ibu di hari tuamu. Maafkan aku selama ini telah berbohong karena aku takut tidak ada yang menopang hidupmu. Kalau di kehidupan yang akan datang aku masih menjadi anakmu, aku pasti akan mendengarkan kata-kata mu!"

Setelah rekaman habis, Cuihua dengan mata berairnya pelan-pelan tidak bernafas lagi....




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menikmati kehangatan liang kemaluan tante

                                            Menikmati kehangatan liang kemaluan tante